Saturday, April 19, 2014

SCIENCE EXPERIMENTS FOR PRESCHOOL KIDS (PERCOBAAN SAINS UNTUK ANAK PAUD)

Kehidupan kita sehari-hari tak lepas dari SAINS. Sejak usia dini apabila anak-anak dikenalkan dengan sain maka diharapkan ke depannya mereka dapat berpikir logis dan penalaran mereka akan berkembang dengan baik. Pertama-tama kenalkan saja dengan hal-hal yang sederhana dan dijumpai tiap hari misalnya air. Media air dapat menghasilkan banyak aktifitas yang dapat dilakukan oleh anak balita. 

Membuat Apollo (konsep mengambang dan tenggelam)

Bahan : Plastik, air, pewarna gabus, kerikil, busa sabun, karet, torong, gelas plastik
Tujuan kegiatan ini adalah agar anak mendapatkan pengalaman bahwa ada benda yang dapat tenggelam dan ada yang terapung. Anak sering mengira bahwa benda yang berukuran kecil terapung dan yang besar tenggelam. Tenggelam atau terapung tidak ditentukan oleh ukuran benda melainkan oleh berat jenis benda.


Larut dan tidak larut.
Ada sebagian benda yang dapat larut ke dalam air dan sebagian lagi tidak dapat larut dalam air. Gula, garam, susu dan warna pada teh larut dalam air sehingga akan membentuk larutan. Benda lain tidak larut dalam air, seperti tepung, pasir dan minyak. Jika benda tersebut dicampur dengan air maka tidak akan membentuk larutan, tetapi membentuk campuran. Campuran kelihatan tidak homogen dan jika diendapkan, maka akan terlihat adanya endapan. Berbeda dengan minyak meskipun minyak tidak larut tetapi hadi percampuran akan terbentuk dua lapisan yang memisah.


Memasukkan air ke botol dengan spuit 
Bahan : Botol minuman kemasan, air, pewarna, torong, spuit

Mencampur warna : pewarna pokok (merah- kuning-biru)
Merah dicampur kuning = jingga
Merah ducampur biru = ungu
Biru dicampur kuning = hijau
ini dikarenakan campuran 2 warna aray lebih akan menghasilkan warna baru. Anak disuruh mencoba mencampur warna lain (atau lebih dari 2 warna).




Bermain gelembung sabun
 
Anak-anak khususnya balita sangat menyukai bermain dengan gelembung sabun. Pastikan cairan tersebut aman digunakan anak, sehingga akan lebih meyakinkan apabila larutan sabun membuat sendiri. Dengan menambahkan satu sendok gliserin pada dua liter air, larutan sabun, akan diperoleh larutan sabun yang menakjubkan yang dapat digunakan untuk membentuk gelembung raksasa, jendela kaca, atau bentuknya lainnya dari busa


MAZE (MENCARI JEJAK)
Gambar Maze, lilin/cryon putih, arang
Cara: Gambar/maze alur jejaknya diberi lapisan lilin atau cryon putih lalu anak disuruh menguas dengan jari dengan arang...


VOLCANO (Gunung Meletus)
 
Bahan :cuka, baking soda, air, gunungan yg terbuat ari tanah liat, pewarna merah
Cara :  masukkan baking soda + air kedalam gunungan,  Tuangkan warna merah kedalam gunungan  tadi untuk memberi kesan seperti  lahar.  Terakhir masukkan cairan cuka kedalam botol. Apa yang terjadi ?.
Letusan kecil akan terdengar dan air yang ada dalam gunungan akan tumpah keluar  meluber.

Saturday, September 21, 2013

CUT AND PASTE, PAPER CRAFT (MENGGUNTING, MENEMPEL dan MEWARNAl) UNTUK ANAK PAUD

Kertas merupakan salah satu media yang menarik yang dapat digunakan untuk bermain pada anak usia dini (2-6 tahun). Dari selembar kertas dapat digunakan untuk aktifitas  melipat, menempel atau kerajinan yang dapat digunakan anak-anak bermain dan belajar. Aktifitas motorik, kognitif, sosial, bahasa  dapat saling melengkapi dan berinteraksi bersama-sama. Tentu saja anak akan merasa lebih nyaman dan bersemangat apabila orang tua mendampingi mereka......

PAPER CRAFT (kerajinan tangan dari kertas)

PAPER DOLL (Boneka kertas)
Dalam kegiatan ini bahan yang digunakan adalah kertas dan gunting. Lipat kertas menjadi 2 bagian. lalu lipat lagi menjadi 4 bagian. dst.... Apabila menginginkan orang yang bergandengan lebih banyak maka gunakan kertas yang lebar dan lipat seperti contoh di atas. Lalu buat pola sebelum digunting. 

PEOPLE  (Bentuk orang)
 

ANIMAL  (Bentuk Binatang)
Bahan yang digunakan: kertas, gunting, tali, sedotan (sebagai pegangan)  dan lem


BALING-BALING KERTAS


 

WAYANG 

 

CUT AND PASTE (Menggunting, Menempel dan Mewarnai) 
 
Menempel merupakan kegiatan yang mengasikkan dan menyenangkan bagi anak usia Balita. 
Anak-anak usia 3-6 tahun sangat menyukai kegiatan fisik motorik. Terutama kegiatan yang baru dan belum pernah dia lakukan. Menggunting merupakan kegiatan yang sangat membantu anak melatih motorik tangan. Bagi yang belum pernah sama sekali memegang gunting, sebaiknya orang tua mendampingi. Anak-anak akan antusias pertama kali memegang gunting.

Bahan yang digunakan : Kertas warna asturo, gunting, lem.                            Gambar yang akan ditempel (sebagai mal)









Worksheet sebelum dikerjakan 
worksheet setelah digunting dan ditempel
Workshet sebelum dan setelah dikerjakan




 


Monday, November 26, 2012

Preschool Education - PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)



PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 
(PAUD)

Anak merupakan salah satu anugerah terbesar yang Allah karuniakan kepada seluruh umat manusia. Tugas sebagai orang tua yang dikaruniai seorang anak adalah wajib untuk mengasihi, membimbing, memberikan pendidikan yang terbaik serta mengupayakan kesejahteraannya sesuai dengan kemampuan yang orang tua miliki karena anak juga adalah masa depan keluarga. Setiap orang tua sangat menginginkan anaknya lebih baik, lebih hebat dan lebih berhasil dari mereka. Sebaliknya tidak ada orang tua di muka bumi ini yang menginginkan anak-anaknya lebih rendah kedudukan sosialnya, gagal dalam hidupnya dan tidak memiliki masa depan yang cerah….
 Keluarga adalah sebuah sekolah yang utama, yang paling mendominasi dan berpengaruh kuat, sehingga akan membentuk karekter anak kelak. Dan Ibu memegang kendali utama bagi anak-anaknya, yang apabila anak tersebut dapat dididik dengan tepat akan dapat mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.
Kehadiran anak dalam sebuah rumah tangga akan maenjadi generasi penerus keturunan dari orang tuanya. Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat pernah berkata“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut Yahudi atau Nasrani atau Majusi”. Penjelasan dari hadist di atas menegaskan bahwa sesungguhnya setiap anak yang dilahirkan itu laksana sebuah kertas putih yang polos dan bersih. Ia tidak mempunyai dosa dan kesalahan serta keburukan yang membuat kertas itu menjadi hitam. Oleh sebab itu ajaran  Islam sangat menekankan pendidikan anak dimulai sejak anak tersebut berada dalam kandungan dan salah satu momen yang penting adalah ketika jabang bayi akan lahir dan setelah ibunya melahirkannya.
Pendidikan sejak dini merupakan salah satu kunci mengatasi keterpurukan bangsa, khususnya dalam menyiapkan sumberdaya manusia yang handal dimasa datang. Pendidikan pada anak mulai diberikan secara lebih intensif ketika ia telah dilahirkan. Cara mendidik yang kurang tepat dan terarah dari kedua orang tuanya, atau karena anak terpengaruh dengan lingkungannya, menyebabkan karakter anak bisa berwarni-warni: berperangai buruk, tidak taat kepada kedua orang tuanya dan tidak mau berbakti kepada Allah SWT.
Setiap anak memiliki kemampuan tak terbatas dalam belajar yang telah ada dalam dirinya untuk dapat berpikir kreatif dan produktif. Apabila anak distimulasi sejak dini, maka akan ditemukan jenius (potensi paling baik/unggul) dalam dirinya. Oleh karena itu, anak memerlukan program pendidikan yang mampu membuka kapasitas tersembunyi tersebut melalui pembelajaran bermakna seawal mungkin. Bila potensi pada diri anak tidak pernah terealisasikan, maka itu berarti anak telah kehilangan peluang dan momentum penting dalam hidupnya, dan pada gilirannya negara akan kehilangan sumber daya manusia terbaiknya.

 Bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah dini (2-4 tahun) bulan Juni-juli adalah bulan sibuk untuk mencari dan memasukkan mereka dan ini adalah awal bagi si kecil belajar bersosialisasi. Semakin menjamurnya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengharuskan orang tua selektif dan bijaksana dalam memberikan keputusan bagi anaknya. Kesalahan melangkah akan berakibat fatal dan menyebabkan penyesalan dikemudian hari.
Pada prinsipnya anak-anak dimana pun dan kapan pun berada suka bermain. Pilihlah Lembaga PAUD yang dapat mengeksplorasi bakat dan minat anak sehingga kemampuannya dapat dikembangkan dengan tepat.
Semakin pesatnya arus globalisasi menyebabkan orang tua memiliki tuntutan yang sangat tinggi pada anaknya. Dalam beberapa kesempatan penulis masih mendapati sikap orang tua yang instan, yakni menginginkan buah hatinya cakap dalam segala hal… Berhati-hatilah dan renungkan… Apa yang diharapkan dari anak usia 2-4 tahun? jika orang tua mengharap anak seusia tersebut sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung alangkah naifnya... Apalah arti kebanggaan dan kesuksesan yang telah dicapai anak bagi orang tuanya apabila nantinya mengakibatkan kerusakan syaraf-syaraf otak si kecil... Beberapa pengalaman yang pernah ditemui adalah anak mulai malas untuk bersekolah pada saat masuk SD gejala ini tampak saat anak masuk di kelas 4 SD, emosi dan kecerdasannya labil, bahkan yang paling ekstrim adalah anak enggan bersekolah karena otaknya sudah terkuras dan mengalami penekanan saat dia masuk PAUD. 
Materi bermain yang menyenangkan bagi anak mungkin belum mengenal konsep belajar, namun dengan banyaknya bermain mereka akan mendapatkan beberapa pengetahuan baru sekaligus. Inilah yang disebut sebagai bermain sambil belajar.
Pilihlah PAUD yang memberikan kurikulum yang sesuai dengan umur anak usia dini. Jika pemilihan sekolah tepat, maka Pendidikan Anak Usia Dini akan membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak sehingga memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 
Anggapan bahwa pendidikan itu baru bisa dimulai setelah Sekolah Dasar (7 tahun) ternyata tidak benar, bahkan pendidikan yang dimulai pada usia TK (4-6 tahun) pun sebenarnya sudah terlambat karena sebenarnya pendidikan itu bisa dimulai sejak anak lahir bahkan sejak dalam kandungan.
Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.
Pada usia 2-3 tahun, sebaiknya tidak memasukkan teori-teori apalagi mengajarkan calistung, tetapi lebih pada praktek yang melibatkan anak sendiri dan didampingi oleh orang tua.
Kegiatan itu diantaranya: menangkap dan melempar bola, mendengar aba-aba (lari, jalan, berhenti), naik turun tangga, meniti tali (seolah-olah bibuat sebagai jembatan, bermain kereta api melewati terowongan, mendorong kursi, berlari dan memondahkan benda, bernyanyi sambil bergaya, menyusun balok (puzzle), berlari, merangkak, melompat, berjalan mundur, zig-zag. Adapun kegiatan melatih motorik halus meliputi aktifitas seperti mewarnai, menabur, meronce, menempel bersama bunda, klasifikasi benda berdasarkan bentuk maupun warna.
Kegiatan belajar umur 2-3 tahun adalah mengajarkan anak bagaimana ia harus bisa mendengarkan perintah. Anak-anak harus terbiasa melakukan perintah dari sang buinda misalnya berbaris, antri, bergantian dll. Hal ini harus dilakukan terus secara berulang-ulang. Bagi perkembangan anak pengulangan kebiasaan itu sangatlah penting. Ini dapat menjadi bekal sebagai persiapan mereka untuk masuk ke kelas yang lebih besar. Berdasarkan pengalaman anak-anak yang tidak melalui kelas 2-3 tahun rata-rata mengalami kesulitan menyesuaiakan diri dikelas besar 3-4 th.
Adapun kendala yang biasa dihadapi biasanya berkaitan dengan orang tua murid. Banyak orang tua yang merasa proses belajar usia 2-3 th ini seolah tidak ada artinya. Karena anak hanya diberi waktu bermain saja. Namun kita harus dapat menyadari bahwa  justru pada usia inilah proses belajar itu bermula. Melalui aneka permainan anak dapat menyerap maknanya. Bahkan anak-anak yang kelihatannya hanya melihat saja tanpa melakukan apa-apa itu juga bisa disebut sebagai proses belajar, karena mereka merekam apa saja yang dilihatnya dalam memori ingatan meareka.
Beberapa kegiatan belajar sambil bermain yang ditawarkan pada Lembaga pendidikan anak usia dini diantaranya :


1.Pembentukan  perilaku  & pengembangan  kemampuan  dasar, meliputi kegiatan kognitif, kreatifitas, sosial emosional, fisik motorik keimanan, ketakwaan dan budi pekerti. Diharapkan jika anak sudah ditanamkan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar tersebut kelak karakter anak diharapkan dapat sesuai dengan yang didambakan orang tuanya.


2. Bagi yang beragama Islam, IMTAQ adalah pelajaran dasar yang wajib diberikan terhadap anak usia dini. Kegiatan ini misalnya : membudayakan mengucapkan salam, hadist aplikatif, doa sehari-hari, surat-surat pendek dalam Al-Quran, bacaan shalat, aqidah, ibadah dan akhlaq.Dalam hal menghafal usahakan suasana yang menyenangkan dan tanpa paksaan yang berlebihan. Kuantitas hafalan juga desesuaikan dengan kemampuan tiap anak. Apabila jumlah materi yang diberikan terlalu berlebihan akan maembuat anak bosan.


3. Kegiatan dan fasilitas penunjang diantaranya pengenalan lingkungan, percobaan sederhana, mainan anak, pengenalan bahasa terpilih misalnya bahasa Arab dan Inggris serta jangan lupa maengajarkan bahasa lokal.

 

Sunday, November 25, 2012

ORIGAMI (SENI MELIPAT KERTAS) ANAK PAUD

       Melipat kertas merupakan kegiatan yang disukai anak-anak. Kegiatan melipat atau origami ini berasal dari bahasa Jepang: oru (melipat) dan kami (kertas).
      Melipat sangat bermanfaat untuk perkembangan motorik anak. Melipat dapat melatih kekuatan tangan anak (motorik halus). Dengan melipat mereka juga bebas berimajinatif serta mengungkapkan ekspresi dari imajinasinya.
      Biasanya melipat dikenalkan ketika anak memasuki taman kanak-kanak (4-6 tahun) atau bahkan usia Play Group/Kelompok Bermain (2-4 tahun. Untuk anak usia 2-4 tahun pilihkan seni melipat yang sederhana, tidak terlalu rumit. Kebanyakan dari anak usia tersebut mudah menyerah, berkata tidak bisa dan menganggap sulit contoh yang ditugaskan. Untuk anak usia 3-4 tahun diusahakan kegiatan melipat ini tidak lebih dari 5-7 langkah agar anak tidak kesulitan mengikuti.
      Pada tahap permulaan orangtua dapat mengenalkan di rumah dengan membuat lipatan-lipatan sederhana dan umum, misalnya membuat kapal terbang, perahu, topi atau yang sedikit rumit misalnya burung, kelinci dan ikan.
    Yang menarik dari kegiatan yang murah meriah ini adalah dibutuhkannya kesabaran, konsentrasi dan kerapihan. Anak dituntut untuk sabar, bekerja setahap demi setahap dan melipat dengan rapi agar mendapatkan hasil yang baik. Tentunya kegiatan ini akan lebih mengasyikkan apabila hasil lipatan lalu dihias dengan menggunakan pinsil warna, pastel, spidol atau cat air.
     Selalu memberikan apresiasi kepada anak yang berhasil melipat dengan usahanya sendiri tanpa dibantu, karena ini akan menumbuhkan rasa percaya diri anak tersebut. Bagi anak yang menyerah dan “terlihat malas” bantulah mereka sampai pekerjaan yang ditugaskan selesai. Usahakan setiap anak menyelesaikan tugas yang telah diberikan. hal ini akan membantu anak agar kelak terbiasa menyelesaikan setiap tugas sampai selesai dilaksanakan.
    Kertas lipat terdapat bermacam-macam motif dan warna, dan sangat mudah dijumpai di toko-toko.. Selain itu kita juga bisa berhemat dengan memanfaatkan bahan yang ada di rumah atau limbah kertas yang berasal dari pembungkus, dll.