Sunday, June 24, 2018

RPPH Tema DIRIKU



Semester / Bulan / Minggu             :
Hari, tanggal                                   :  
Kelompok usia                               : 2 – 3 Tahun
Tema / subtema   / sub subtema       : Diri Sendiri / Identitas / Jenis Kelamin

Materi Kegiatan   : - Menirukan sikap berdoa
  - Menyebutkan identitas diri: nama, usia, jenis kelamin
  - Cara hidup sehat
  - Bahasa reseptif, menjawab pertanyaan sederhana
  - Karya dan aktivitas seni, lagu  “aku dan kamu”

Materi Pembiasaan   : - Mengucapkan salam masuk dalam SOP penyambutan dan penjemputan
                                        - Sabar menunggu giliran, disiplin mengikuti aturan
  - Doa sebelum belajar dan mengenal aturan masuk ke dalam SOP pembukaan
  - Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Alat dan bahan         : Kartu gambar anak lelaki dan perempuan, LKA gambar anak perempuan dan lelaki, krayon

Tujuan                        : - Anak mampu meniru sikap berdoa
  - Anak mampu membedakan jenis kelamin Lk dan Pr
  - Anak mampu memiliki cara hidup sehat
  - Anak mampu memahami bahasa reseptif
  - Anak mampu melakukan aktivitas seni 

A. KEGIATAN PEMBUKA
1.       Berbaris
2.       Berdoa dan salam
3.       Berdiri jinjit
4.       Apersepsi tentang anak laki-laki dan perempuan (rambut dan pakaian yang digunakan)

B. KEGIATAN INTI
1.       Mengelompokkan gambar anak laki-laki dan permpuan
2.       Mewarnai gambar anak sesuai dengan jenis kelaminnya masing-masing

C. ISTIRAHAT
Cuci tangan, doa mau makan, makan/minum  bekal, bermain bebas

D. KEGIATAN PENUTUP
1.       Bercakap-cakap mengenai kegiatan yang dilakukan hari ini.
2.       Menginformasikan kegiatan untuk besok
3.       Berdoa dan pulang (penerapan SOP penutupan)

E. RENCANA PENILAIAN
1. Indikator Penilain
Aspek perkembgn
KD
Indikator
NAM


FM


Kognitif


Sosem


Bahasa


Seni


      2. Teknik penilaian : Evaluasi perkembangan harian, anekdot, hasil karya

Mengetahui,
Pengelola                                                                          Guru ………




Kegiatan main yang dapat dilakukan pada tema diriku sub tema identitas al:
1. Bermain kartu, mengelompokkan gambar laki-laki dan perempuan
2. Mewarnai gambar laki-laki dan permpuan
3. Membuat bingkai foto dengan menempel pola lingkaran dari kertas warna
4. menempel gambar robot
5. membuat es krim (kolase kertas, arsir dengan sikat gigi)


Contoh RPPH usia 2-3 Tahun beserta ragam main file DOC dapat didownload DI SINI

Contoh RPPH Orientasi Siswa baru anak PAUD

Masa Orientasi Siswa (MOS) PAUD berisi tentang kegiatan perkenalan diri, teman sekolah, guru serta lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh  siswa baik siswa baru atau lama.
Tujuan dari MOS adalah untuk memperkenalkan dan mengadaptasikan siswa terhadap lingkungan baru, dan ini penting untuk anak PAUD. Tugas lembaga yang terpenting adalah mengisi program MOS sebaik mungkin sehingga membuat anak senang pada sekolah yang akan dijalaninya kelak, dengan melibatkan seluruh indera anak sehingga anak tidak merasa jenuh.

 Contoh RPPH masa orientasi siswa PAUD dapat dilihat DI SINI

Contoh RPPH Masa orientasi Siswa PAUD (2019) dapat di download DI SINI

Monday, February 26, 2018

Ragam Main Mengenal Keaksaraan Awal


   CALISTUNG (baca tulis hitung) tidak boleh dipaksakan untuk anak usia dini (PAUD) kecuali si anak memang sudah siap untuk menerima materi baca tulis.


    Pra-keaksaraan atau keaksaraan awal adalah istlah yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan anak dalam menggunakan aksara atau membaca dan menulis yang dikuasai sebelum anak belajar cara membaca dan menulis. Fase membaca yang paling penting bagi anak adalah antara usia 5-9 tahun.

    Mengenalkan keaksaraan (pra keaksaraan) pada anak usia dini (balita) dapat diupayakan dengan cara menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan memberikan kegiatan main anak yang bermakna, aman, nyaman dan menyenangkan sesuai tahap perkembanganya. Rangsangan/stimulasi dapat dilakukan secara terus menerus berupa kegiatan main seperti mendongeng, membaca buku bersama, menyanyi, bercakap-cakap, dan kegiatan motorik halus.

   Keaksaraan diantaranya mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaran fonologi,wawasan pengetahuan, percakapan/mendongeng, memahami buku-buku, dan lain-lain. Sebaiknya KEAKSARAAN tidak DIAJARKAN tetapi dimunculkan dalam pengalaman sehari-hari melalui kegiatan permainan menggunakan bahan-bahan yang beragam dan tepat dengan bimbingan dan atau bantuan orang dewasa.
    Membaca dan menulis bagi anak usia dini saat ini masih menjadi polemik, Sebagian masyarakat ada yang berpendapat bahwa membaca bagi AUD berarti memaksakan anak untuk memiliki kemampuan yang seharusnya baru diajarkan di Sekolah Dasar (SD), sebagian lain berpendapat bahwa tidak masalah mengajarkan membaca sejak AUD agar anak memiliki kesiapan ketika masuk SD.  Orangtua menjadi bingung karena beberapa SD yang difavoritkan di masyarakat sebagian besar memiliki salah satu syarat masuk SD adalah sudah mampu membaca,
   Anak akan mengalami kesulitan membaca bila, 1. Kurang kesempatan berlatih dengan aksara. 2. Kurang kesempatan mengembangkan strategi memahami bacaan. 3. Sering berlatih membaca di luar kemampuannya. 4. Mempunyai pengalaman negatif terhadap membaca. Atau dipaksa/terpaksa membaca di luar minatnya. Sehingga yang perlu diperhatikan untuk orang tua yang tidak boleh  dilakukan dan sebaiknya dihindari adalah metode keaksaraan konvensional, dimana mengajari membaca anak yang memuat komponen reseptif yang meliputi ketepatan pengkodean, kelancaran pengkodean, dan pemahaman bacaan. Karena anak dapat mengkodekan hal-hal/kosakata yang dapat dipahami, tetapi anak tidak dapat memahami hal-hal yang tidak dapat dikodekan. Jadi membaca itu melibatkan 2 hal. Pertama kemampuan pengkodean dan kedua kemampuan pemahaman”

Ragam kegiatan main (motorik halus) anak untuk mengenal keaksaraan awal yang dapat dilakukan  antara lain
 1. Menjepit urutan huruf membentuk nama
Alat dan Bahan : gunting, selotip bening, kertas asturo warna-warni, tali kur, penjepit baju dan print huruf/angka














 2. Bermain detektif dengan Mengarsir huruf/angka
 Alat dan bahan: Kertas/karton, lilin/krayon warna putih, pensil
Cara main: Tulislah huruf/angka menggunakan lilin/krayon putih, lalu arsir menggunakan pensil.
Sebagai alternatif lain selain mengarsir dengan pensil kita bisa menggantikan dengan serbuk arang menggunakan telunjuk untuk mengarsir.














3. Kolase huruf dari kertas
 Alat dan bahan : kertas HVS, kertas warna, pensil, lem dan gunting














4. Membentuk huruf/angka dengan plastisin/kinetic sand (pasir ajaib)
 Bahan untuk membuat plastisin dan kinetic sand akan diposting di artikel berikutnya














5. Menggunting, menyusun dan menempel huruf
















Diambil dan diolah dari berbagai sumber.